Kera Bali

DSCF0084Jenis kera yang hidup didalam kawasan Mandala Suci Wenara Wana (Monkey    Forest Ubud) dikenal sebagai kera bali ekor panjang yang dalam istilah ilmiahnya  disebut Macaca fascicularis. Dalam bahasa Inggris disebut macaque.

Ada sekitar 600 ekor kera yang menghuni kawasan ini. Mereka terbagi dalam 5 kelompok: di depan pura dalem, michelin, timur, tengah, dan kuburan. Masing-masing grup beranggotakan 100 – 120 ekor monyet terdiri dari: bayi (0 – 1 tahun), juvenil 1 (1 – 2 tahun), juvenil 2 (2 – 4 tahun), sub dewasa jantan (4 – 6 tahun), dewasa betina (> 4 tahun), dan dewasa jantan (> 6 tahun).

Karena populasinya yang cukup banyak, konflik antar kelompok kera tidak dapat dihindari. Terkadang untuk tujuan tertentu, misalnya mandi ke sungai di musim kemarau, kelompok tertentu mesti melewati wilayah kekuasaan kelompok lainnya.

Kera jenis ini aktif di siang hari dan beristirahat di malam hari. Kera betina mengandung selama 6 bulan dan umumnya melahirkan 1 ekor bayi. Sangat jarang melahirkan bayi kembar. Bayi kera bersama induknya kurang lebih selama 10 bulan dan sesudahnya akan disapih untuk hidup mandiri. Perkawinan dapat terjadi sepanjang tahun dengan intensitas tinggi terjadi sekitar bulan Mei – Agustus. Induk kera  (betina) sangat menjaga bayi mereka bahkan kera betina yang tidak melahirkan pun turut juga menjaga bayi – bayi kera itu, bersama – sama.

Berat rata-rata kera betina 2.5 – 5.7 kg dan kera jantan 3.5 – 8 kg. Usia hidup kera jantan sampai 15 tahun sedangkan kera betina sampai 20 tahun.

Kera ekor panjang termasuk binatang omnivora. Di Wenara Suci Wenara Wana (Monkey Forest Ubud), makanan utamanya adalah ketela rambat, diberikan 3 kali sehari dan setiap hari dikombinasikan dengan: pisang, daun papaya, jagung, mentimun, kelapa, dan buah-buahan lokal lainnya.